WALHI Sulteng Distribusikan Bantuan Untuk Pencegahan Penularan Pandemi Covid-19 di Desa Towiora

WALHI Sulawesi Tengah telah mendistribusikan 47 paket hygiene kit di Desa Towiora Kecamatan Riopakava Kabupaten Donggala pada bulan Oktober lalu. Hal tersebut diungkapkan Community Organicer (CO) WALHI Sulawesi Tengah Oktrikama Cahya Putra Kamis (26/11/2020). Sebelum penyerahan bantuan tersebut pada tanggal 20 Oktober 2020, WALHI Sulteng mensosialisasikan bahaya pandemi Covid-19 dan upaya pencegahannya.

Seperti diketahui penularan dan penyebaran pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) di Sulawesi Tengah terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data Pusdatina Covid-19 Sulawesi Tengah 14 Oktober 2020 terdapat 596 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulawesi Tengah dan 25 orang sudah dinyatakan meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19. Sementara itu di Kabupaten Donggala terdapat 56 orang terkonfirmasi positif terjangkit, 42 orang dinyatakan sembuh dan 3 orang meninggal dunia. Di Kabupaten Donggala sendiri terdapat dua wilayah yang intensif didampingi secara intensif yaitu Kecamatan Riopakava dan Kecamatan Balaesang Tanjung.

Oki mengungkapkan sejak penetapan status darurat kesehatan masyarakat Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) hingga pemerintah menetapkan masa New Normal, WALHI Sulawesi Tengah tetap melakukan kerja-kerja advokasi dan pengorganisasian masyarakat di wilayah dampingan dengan tetap menerapkan standar protokol Covid-19.

Lebih lanjut Oki menjelaskan kedua kecamatan tersebut merupakan wilayah pendampingan dan kerja-kerja pengorganisasian, sehingga menjadi penting bagi WALHI Sulawesi Tengah untuk berkontribusi dalam upaya pencegahan perluasan penularan dan perluasan wabah Covid-19. Sebelum masa New Normal WALHI Sulawesi Tengah telah melakukan sosialisasi dan pembagian paket hygiene kit dan masker di Desa Rano Kecamatan Balaesang Tanjung. Sedangkan untuk Kecamatan Riopakava WALHI Sulawesi Tengah juga merencanakan akan melakukan hal yang sama di wilayah tersebut.

Menurut Oki Penyebaran penularan ini juga tidak menutup kemungkinan terjadi di wilayah pedesaan seperti di Desa Towiora. terlebih Desa Towiora yang masuk di dalam wilayah konsesi perusahaan sawit dan Desa sekitar di Kecamatan Riopakava yang setiap saat terjadi migrasi (keluar masuk) orang dari luar. Disamping itu juga masyarakat Kecamatan Riopakava juga sering melakukan perjalanan dan berinteraksi di daerah lain. Seperti diketahui juga Kecamatan Rio Pakava berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Barat.

Karena kata Oki penting untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran dan penularan Pandemi Covid-19 guna memutus mata rantai penularannya di Kecamatan Riopakava khususnya Desa Towiora. Dalam kerangka pencegahan penularan inilah WALHI Sulawesi Tengah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan pembagian hygiene kit ini.

“Puluhan paket Hygene Kit yang berisikan 1 Buah Hand Sanitizer dan 3 Masker Hijab yang diberikan kepada Kelompok Perempuan Tobine Pastimala di Desa Towiora yang terbagi menjadi 4 kelompok. Dimana masing-masing kelompok beranggotakan 10 Orang. Selain pembagian Hygene Kit, juga membagikan 102 Jerigen tempat cuci tangan yang di serahkan kepada 47 orang dari Kelompok Perempuan dan selebihnya di berikan kepada Pemerintah Desa yang kemudian akan di bagikan untuk Fasilitas Umum sesuai dari kebutuhan yang ada di Desa Towiora” lanjut Oki.

Selain itu WALHI Sulawesi Tengah juga memberikan pamflet yang berisikan informasi Covid-19 mulai dari pencegahan, ciri-Ciri, dan penanggulangan yang dapat dilakukan oleh masyarakat Desa Towiora.

Pembagian bantuan ini mendapatkan sambutan baik dari Kepala Desa Towiora Bapak Sukri DM Lage. Sukri DM Lage menyampaikan bahwa Anggota Kelompok Perempuan dan Pemerintah Desa Towiora sangat berterima kasih dan menyambut baik upaya WALHI Sulawesi Tengah untuk membantu Pemerintah Desa dan warga untuk melakukan pencegahan penularan Covid-19.

Kepala Desa Towiora juga menyampaikan bahwa warga Desa Towiora menaruh harapan kepada WALHI Sulawesi Tengah untuk bisa terus mendampingi masyarakat Desa Towiora utamanya Kelompok Perempuan agar bisa lebih berdaya dan tidak lagi berpangku tangan mengharapkan pemberian dari perusahaan khususnya perusahaan perkebunan sawit yang ada di Desa Towiora yakni PT. Lestari Tani Teladan (PT. LTT).

Selain melakukan sosialisasi dan penyerahan bantuan hygiene kit kepada masyarakat, pada tanggal 24 Oktober 2020 WALHI Sulawesi Tengah juga menyerahkan Alat Kesehatan berupa APD Hazmat, Glove, Masker N95, dan Helmet Face Shield kepada Puskesmas Lalundu Despot. Staf Advokasi WALHI Sulawesi Tengah Inggit Divayanti menambahkan bahwa Kepala Puskesmas Lalundu Despot Dr. Edy menerima dengan senang hati dan berterima kasih kepada WALHI karena sudah membantu memberikan APD kepada Puskesmas ini,

Selain itu Dr. Edy juga memberikan kritik terhadap Pemerintah yang kurang memperhatikan kondisi kesehatan di daerah terpencil seperti di Kecamatan Rio Pakava ini, sehingga untuk penanganan penyebaran Covid-19 Puskesmas hanya mampu memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat di Kecamatan Rio Pakava untuk terus berhati-hati, memakai masker, menjaga jarak, dan juga mengatur pola hidup sehat agar terhindar dari penularan Covid-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *