Perubahan Tata Ruang Wilayah Sulawesi Tengah Jangan Terburu-buru

Terkait Gempa bumi yang disertai Tsunami dan Likuifaksi, Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah rencananya akan melakukan Revisi Tata Ruang Wilayah Sulawesi Tengah.  Hal ini disampaikan oleh Gubenur Sulawesi Tengah saat pembukaan acara Simposium Himpunan Akhli Tehnik Hidroulik Indonesia.

Menurut Gubernur Sulawesi Tengah, “Pemerintah Propinsi sedang melakukan perubahan Tata Ruang. Kedepan RTRW Sulawesi Tengah harus memasukan soal mitigasi bencana”.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulteng menjelaskan bahwa, perubahan RTRW Propinsi ini memang sangat penting. Apalagi, ada banyak kajian soal wilayah rawan bencana/likuifaksi dibeberapa tempat.

Namun dilain pihak, Rencana Tata Ruang yang ada, tidak harus terburu-buru tanpa pengkajian dan masukan dari banyak pihak. Hal ini disampaikan direktur Walhi Sulteng Abd. Haris “ Soal RTRW, Pemerintah Daerah jangan terburu-buru Memperdakannya. Karena RTRW ini menyangkut orang banyak, sehingga  Pemerintah perlu membuka ruang bagi banyak pihak termasuk CSO dalam memberi masukan.

Selain itu, Haris menambahkan bahwa, dokumen perubahan RTRW ini harus dipublikasi agar ada ruang bagi masyarakat untuk mengkritisi dan memberikan masukan kepada Pemerintah..

Manager Kampanye Walhi Sulteng, Stevandi, juga menambahkan Bahwa “RTRW yang ada jangan sampai ada muatan lain, misalnya lebih menitikberatkan pada Investasi modal, atau lebih menguntungkan korporasi.

Kita ingat, beberapa bulan lalu, ada wacana untuk menggeser kordinat Tahura  yang ada di Poboya, kita mengkawatirkan, jangan sampai perubahan RTRW ini, justru akan menguntungkan korporasi. misalnya, Operasi Citra Palu Minerals atau sebagainya”. Kiranya ini menjadi perhatian kita bersama.

Manager Kampanye Walhi Sulteng

Stevandi 082188160099

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *