Konflik Agraria di Sulteng Harus dituntaskan

Konflik agraria di Sulawesi Tengah seperti tidak ada habis-habisnya. Ini menjadi pekerjaan serius yang harus dituntaskan ditahun 2019 ini.

Manager Kampanye Walhi Sulteng Stevandi menerangkan bahwa, selama tahun 2018 Walhi sudah mendampingi 5 orang petani yang dikriminalisasi oleh perusahaan sawit di Sulawesi Tengah. Terakhir Hemsi/Frans petani di Rio Pakava, Kab Donggala yang pada bulan Desember kemarin ditahan oleh kepolisian Pasangkayu atas tuduhan pencuruian di lahannya sendiri oleh PT. Mamuang (Anak perusahaan ASTRA).

Konflik agraria makin panjang. Data terakhir yang dirilis oleh Konsorsium Pembaharuan Agraria mencatat terdapat konflik agraria di 444 desa dan 200 kota. Makin panjangnya konflik ini, seharusnya menjadi perhatian serius bagi para pemangku kebijakan dan para ligislator.

Saat ini kita telah memasuki tahun 2019. Aroma pertarungan politik ditataran elite kian kencang. Para caleg berlomba-lomba menarik simpati massa. Itu sudah menjadi kebudayaan politik kita menjelang tahun-tahun Pemilu.

“ Bukan memberikan kepercayaan berlebih pada para elite. Tapi pertarungan kali ini hanya akan mengulang-ngulang kesalahan bila tidak pernah menjawab persoalan rakyat. Makin kronisnya persoalan agraria di Sulawesi Tengah harus menjadi isu utama bagi mereka yang akan bertarung di bulan April 2019 nantinya”. Tutur Stevandi.

Kita mau bentuk nyata, tidak hanya sampai dijanji-janji— karena kita sudah bosan dengan janji-janji politik. Harus ada langkah-langkah yang lebih kongkrit dari para legislator untuk lebih menseriusi peroalan ini.

“ Sulteng ini memiliki keterwakilan ditingkat pusat. Walhi menantang mereka untuk berani memberikan jaminan terhadap penyelesaian konflik agraria yang ada di Sulteng. Terutama kasus yang menjerat Hemsi baru-baru ini, adakah calon Anggota DPR RI yang bisa memberikan jaminan atas penangguhan penahanan Hemsi?”

Kedepan ini harus menjadi pekerjaan pokok bagi mereka. Kita tak mau konflik agraria terus menerus terjadi dan selalu mengorbankan petani. Ini penting untuk dijadikan acuan dalam bergerak. Sehingga tak ada lagi petani yang dikriminalisasi.

Manager Kampanye Walhi Sulawesi Tengah
Stevandi 082188160099

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *