Green Student Movement: Mengenal Kompleksitas Masalah Lingkungan Hidup

Green Student Movement adalah sebuah agenda edukasi yang dilakukan WALHI untuk berkontribusi pada pengetahuan publik, dan juga peluang bagi mahasiswa dan pemuda yang mempunyai semangat kepedulian yang tinggi pada isu lingkungan hidup dan kemanusiaan di Sulawesi Tengah.

Sebelumnya saya mendapatkan informasi terkait agenda edukasi yang diselenggarakan oleh WALHI Sulawesi Tengah dari kerabat saya, saya pun tanpa berpikir panjang langsung menanyakan terkait informasi lanjut dari agenda WALHI tersebut, saya pun mendaftar dan beberapa saat kemudian saya dikonfirmasi terkait ikut dalam agenda edukasi WALHI Sulawesi Tengah. Kemudian saya mempersiapkan diri serta barag bawaan untuk bergegas ke kota Palu, Ibukota Sulawesi Tengah, bertepata lokasi kediaman saya berjarak jauh sekitar 630 KM dari Kota Palu maka saya harus menggunakan transportasi darat dengan rental mobil.

Selain saya perwakilan dari daerah saya Kabupaten Banggai, ternyata ada dua  kerabat saya yang ikut juga dalam agenda edukasi tersebut, kami pun berangkat bersama-sama menuju Kota Palu. Sebelumnya saya tidak mengetahui secara mendalam tentang apa sebenrnya WALHI dan Green Student Movement ini, hanya saja saya sering melihat dan sering mendengar nama WALHI dalam berbagai kampanyenya dan beberapa kasus-kasus terkait pengrusakan lingkungan hidup yang terjadi di indonesia melalui kanal sosial media WALHI, namun pada saat hari pertama saya mengikuti Green Student Movement dengan penjelasan dari Pemateri pertama tentang sejarah WALHI dan Lingkungan Hidup saya pun baru mengetahui, serta saya berkesimpulan bahwa ternyata Negara yakni Pemerintah baik didaerah, wilayah, ataupun nasional tidak ada kepedulian terkait bagaimana kita menajga serta melestarikan Lingkungan baik dalam skala besar maupun kecil.

Dalam kegiatan Green Student Movement yang saya ikuti selama tiga hari, saya menerima materi yang dimana materi nya mulai dari sejarah WALHI, Lingkungan Hidup, Konflik Agraria, Energi dan Lingkungan Hidup, Metode Advokasi, Pengelolaan SDA di Sulawesi Tengah, serta Gender dan Sumber Daya Alam. Saya mengikuti secara aktif setiap materi yang dipaparkan oleh pemateri serta dalam setiap sesi materi para anggota Green Student Movement yang sebanyak 20 Orang dari berbagai Kabupaten yang ada di Sulawesi Tengah, kami terlibat secara penuh dalam perdiskusian dan perbincangan dengan pamteri,  ditiga hari kegiatan berlangsung saya mendengar serta mencermati bahwa wilayah-wilayah di Sulwesi Tengah Kompleks akan masalah terkait Sumber Daya Alam dan kerusakan Lingkungan Hidup

 

 

 

Tak terasa pun tiga hari kami lewati dengan beragai diskusi dan berbagi ilmu serta pengalaman dalam ruang lingkup lingkungan hidup, saya pribadi berterimakasih kepada kawan-kawan WALHI Sulawesi Tengah yang telah melakukan kegiatan agenda edukasi ini, yang sangat bermanfaat serta menambah pengetahuan dan kesadaran bahwa kebijakan negara yang melegitimasi perusakan lingkungan, mulai dalam bentuk undang-undang, peraturan pemerintah (PP), keputusan menteri (Kepmen), peraturan daerah (Perda), samapai surat keputusan gubernur. Sejumlah kebijakan tersebut contohnya melegitimasi perampasan tanah rakyat, penanaman monokultur seperti sawit, dan perizinan-perizinan (konsesi) bagi tambang dan sebagainy yang banyak terjadi di daerah-daerah Sulawesi Tengah.

Semoga dengan lahirnya Green Student Movement yang terdiri dri 20peserta bisa menjadi pemuda pejuang lingkungan yang aktif dan tetap konsisten dalam pengadvokasian dan kampanye terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi akibat negara dan perusahaan di Sulawesi Tengah, serta kami balik ke daerah masing-masing mampu mengajak masyarakat untuk memperluas gerakan sipil yang kuat dan solid untuk melawan kejahatan lingkungan dan menentang kebijakan pemerintah yang melegitimasi keruskan ilngkungan, pelanggaran HAM dan perubahan iklim dunia.

Salam Lestari
Aulia Fiqran Hakim (Tulus) Peserta GSM Dari Luwuk Banggai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas